PCMedia Antivirus Terbaru(PCMAV) Juli-Agustus-September 2009

PCMAV 2.0d

PCMAV 2.1UpdateBuild1

Sebelum menggunakan PCMAV ada baiknya anda baca file readme.txt yang disertakan dalam paket.

PC Media Antivirus (PCMAV)
Copyright (c) 2006-2009 Majalah PC Media
A member of Pinpoint Publications

Memindahkan Posting dari Blogger ke WordPress

Ternyata memindahkan semua tulisan yang ada di Blogger/Blogspot ke wordpress sangat mudah WordPress meberikan kemudahan untuk migrasi, entah apa alasannya yang jelas wordpress ingin para blogger tidak menemui kesulitan jika suatu saat pindah ke wordpress.

Seperti yang telah saya lakukan, sebelumnya saya mempunyai blog di http://lutfi-unijoyo.blogspot.com, hanya dengan beberapa langkah mudah saya pindahkan semua tulisan di blogger ke blog bari saya di http://nadzim.wordpress.com, waktu yang dibutuhkan juga sangat singkat, untuk 53 tulisan hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 menit. Bahkan bukan hanya tulisan/posting saja yang berpindah, kategori dan komen juga ikut. Hebat bukan?

Langkahnya sangat mudah :

1. Login di account wordpress, masuk de dashboard

2. Pilih dropdown menu Tool >> Import

3. Pilih jenis blog yang mau di import yaitu Blooger

4. Kalau dalam keadaan login di account blogger, kita hanya tinggal tekan tombol Authorize

5. Kalau tidak dalam keadaan login di account blogger, masukkan account blogger dan Authorize

6. Akan muncul daftar blog yang kita kelola di Blogger, serta jumlah tulisa/posting

7. Saya pilih blog bE oPeN SoURcE yang akan di import, dan klik tombol import

8. Tunggu sekitar 1 menit, maka semua tulisan di blogger sudah tercopy ke blog wordpress

wordpressimport

Mudah kan? Selamat mencoba ……

Mengembalikan Bootloader Grub Yang Dihapus Windows

Bootloader Grub Ubuntu Dihapus Windows: Instal Ulang

Jika kita menjalankan sistem dual-boot (Linux dan Windows), mungkin pernah terjadi bootloader grub pada master boot record (MBR) terhapus. Apa lagi kita sering mendapatkan Windows makin lemah kinerjakan dan perlu diinstal ulang, misalnya 6 bulan sekali. Saat instalasi Windows, jika grub ada di MBR maka otomatis dihapus oleh Windows.

Bagaimana cara mengembalikan GRUB ke MBR tersebut?, ikuti langkah singkat berikut:

(1) Boot menggunakan LiveCD Ubuntu (atau BlankOn)
(2) Buka Terminal (console) dan ketik 3 perintah di bawah setelah menjalankan grub. (hd0,0) menyatakan harddisk pertama partisi pertama, yaitu lokasi MBR. Jika GRUB diletakkan di partisi lain, sesuaikan.

sudo grub

> root (hd0,0)
> setup (hd0)
> exit

Reboot (keluarkan livecd), dan boot menu sudah kembali seperti semula.

Bagaimana jika entri Windows tidak ada di dalam boot menu dari grub?

Ini sangat mungkin jika kita menginstal Linux sebelum adanya Windows di salah satu partisi. Setelah Linux (Ubuntu) berjalan, masuk ke console (Terminal). Buka file menu.lst menggunakan suatu editor.

sudo gedit /boot/grub/menu.lst

Akan terlihat contoh entri dari Windows, hilangkan semua tanda komentar dan sesuaikan (hd0,0) dengan partisi di mana Windows saat ini berada.

# title Windows 95/98/NT/2000
# root (hd0,0)
# makeactive
# chainloader +1

Jika Windows terinstal pada partisi ketiga, maka (hd0,0) diganti menjadi (hd0,2).

Semoga bermanfaat.

Sumber asli : http://komputasi.wordpress.com

Maksimalkan Bandwidth Internet di Windows XP

Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal, so.. jika anda ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.
Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :

1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik Administrative Templates
6. kemudian Klik Network
7. setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply,ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer


Semoga bermanfaat

Sumber : mkiosonline.blogspot.com

DHCP Server Di Windows XP Dengan Tftpd32

Sebenarnya Tftpd32 merupakan FTP server yang dilengkapi dengan fasilitas DHCP server, tapi saya lebih tertarik menggunannya sebagai DHCP server karena proses konfigurasinya yang sangat mudah. Fungsi FTP server kurang mentereng jika dibandingkan dengan FileZilla server dan Xlight FTP.

Paket Tftpd32 ini bisa didownload di http://tftpd32.jounin.net/tftpd32_download.html, ada beberapa jenis paket yang bisa dipilih yaitu installer lengkap, service edition dan source code. Versi terbaru adalah Tftpd32 v 3.33.

Saya memilih paket Tftpd32 Service Edition, karena tidak terlalu ribet untuk konfigurasi. Proses instalasinya juga cukup mudah.

Keterangan :

Eth0 : 192.168.1.2/24 ke modem speedy

Eth1 : 10.10.10.100/24 ke switch client

IP pool statrting address : IP address awal yang disewakan

Size of pool : Banyaknya IP yang mau disewakan

Boot file : Diisi boot file kalau menggunakan thinclient (optional)

Wins/DNS Server : Wins/DNS Server yang dipakai (saya pakai DNS speedy)

Default router : router / gateway

Mask : netmask

Domain Name : Nama domain (optional)

Kalau konfigurasi sudah benar klik Save, ada kotak dialog yang minta service di restart agar konfigurasi baru bisa berfungsi, bisa mengklik kanan tray icon Tftpd32 dan pilih Tftpd32 restart service atau buka service di Control Panel – Administrative Tools.


Mudah kan? Selamat mencoba.

Install FTP Server di Windows XP Dengan FileZilla Server

Susah-susah gampang mencari aplikasi server yang open source di platform windows, hampir semuanya berbayar hanya beberapa yang open source. Ketika saya minta bantuan Mbah Google mencari server FTP di platform windows, dua teratas terfavorit muncul File Zilla dan Xlight FTP.

Untuk kali ini saya mencoba belajar mengkonfigurasi File Zilla, bisa didownload di http://filezilla-project.org/download.php?type=server atau bisa juga dicari di http://sourceforge.net. Karena baru belajar, saya hanya download file setup saja, meskipun sorce code nya juga disertakan.

Proses instalasinya cukup gampang (biasa windows tidak pernah membuat user berpikir), klak-klik aja, trus finish deh. Pada proses instalasi akan ditanyakan port yang akan digunakan untuk FileZilla Server Interface, secara default port yang digunakan adalah 14147, saya coba menggunakan port 1414.

Konfigurasi :

Buka FileZilla Server Interface di Start – Program – FileZilla server, muncul kotak dialog Connect to server. Isikan server address dengan IP FTP server atau 127.0.0.1 Kalau kita konfigurasi dari localhost. Default Administration password blank, jadi biarkan kosong, dan klik OK.


Tampilan awal FileZilla Server Interface seperti gambar di atas, untuk memulai konfigurasi pilih Edit – Setting, yang perlu diperhatikan :

- Port On Wich ….. adalah port yang digunakan admin interface

- IP Address which are Allowed ….. adalah daftar IP Address yang diijinkan connect ke admin interface.

- Change admin password untuk mengubah password admin.

Langkah selanjutnya membuat user dan group yang dijinkan mengakses FTP Server.

Untuk membuat group pilih menu Edit – Gorup. Klik Add untuk menambah group.


Untuk membuat user pilih menu Edit – Users. Klik Add untuk menambah user, dan jangan lupa menentukan folder yang akan di share, pilih page Shared Folder.


Kalau konfigurasi benar, FileZilla server sudah siap kita tes di browser, buka browser isikan di address bar ftp://10.10.10.16 (IP Address server FTP yang saya gunakan 10.10.10.16), jika muncul kotak dialog user dan password isikan dengan salah satu user yang sudah kita buat, biarkan password kosong, hasilnya seperti gambar di bawah ini :

Tampilan di FileZilla Server Interface saat ada request dari client :

Selamat mencoba … !

New PCMedia Antivirus (PCMAV 2.0c) Juni-Juli 2009

PCMAV 2.0c + Update B4


Sebelum menggunakan PCMAV ada baiknya anda baca file readme.txt yang disertakan dalam paket.

PC Media Antivirus (PCMAV) 2.0c
Copyright (c) 2006-2009 Majalah PC Media
A member of Pinpoint Publications

Install Driver GeForce 7100 di Ubuntu Jaunty

Minggu kemaren LABSI mendapatkan jatah komputer baru dari pengadaan alat pendidikan tahun anggaran 2009, 2 unit komputer tipe Acer Aspire M1641 dengan monitor LCD Acer AL1716W. Sebenarnya saya baca di spesifikasi, seharusnya sudah terinstal Linux, tapi entah mengapa ternyata OS nya sudah berubah ke Windows XP SP2 “bajakan”.

Karena lagi semangat-semangatnya go open source (ciaaaaaa ………!), langsunga aja aq ancang-ancang install Linux, pilihannya ada dua antara Ubuntu Jaunty Jackalope atau Blankon Nanggar (distro favorit nih …!). secara pribadi, aku sebenarnya lebih suka Ubuntu, namun aku lebih bangga menggunakan Blankon, maka target komputer pertama saya install Blankon Nanggar (bukan saya sih yang install tapi si Rotua; admin Lab) tanpa masalah, sedangkan komputer kedua aku coba install Ubuntu Jaunty Jackalope.

Untuk Ubuntu Jaunty Jackalope ada sedikit masalah, saat sesi live CD sudah kelihatan kalau Ubuntu Jaunty Jackalope belum bisa secara otomatis mengenali GeForce 7100 (VGA onboard Aspire M1641), maksimal resolusi hanya 800×600 padahal dari spesifikasi monitor LCD Acer AL1716W widescreen 10:16, alhasil tampilan jadi lebar dan gemuk.

Lagi-lagi harus tanya Mbah Google, hasilnya adalah pertama aku harus install nvidia-glx-180 driver nvidia yang support ke GeForce 7100 (liat di http://packages.ubuntu.com/jaunty/nvidia-glx-180), kedua aku harus mengubah konfigurasi xorg.conf di /etc/X11/ untuk menambahkan daftar video card (baca di http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=533299).

Jalankan nvidia-xorg untuk memastikan perubahan konfigurasi di xorg.conf sudah benar (kalau salah akan ada pesan kesalahan dari system). Kalau sudah beres tinggal restart x server atau lebih gampang reboot komputer. Insyaallah berhasil.

Ini contoh konfigurasi lengkap xorg.conf :

# nvidia-xconfig: X configuration file generated by nvidia-xconfig

# nvidia-xconfig: version 1.0 (buildmeister@builder63) Mon Mar 23 15:33:27 PST 2009

Section “Monitor”

Identifier “Generic Monitor”

HorizSync 28.0 – 204.0

VertRefresh 43.0 – 60.0

Option “DPMS”

EndSection


Section “Screen”

Identifier “Screen0″

Device “nVidia Corporation GeForce 7100 GS”

Monitor “Generic Monitor”

DefaultDepth 24

SubSection “Display”

Depth 1

Modes “4095×4095″ “1280×1280″ “1280×1024″ “1280×800″ “1024×768″ “800×600″ “720×400″ “640×480″

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection “Display”

Depth 4

Modes “4095×4095″ “1280×1280″ “1280×1024″ “1280×800″ “1024×768″ “800×600″ “720×400″ “640×480″

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection “Display”

Depth 8

Modes “4095×4095″ “1280×1280″ “1280×1024″ “1280×800″ “1024×768″ “800×600″ “720×400″ “640×480″

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection “Display”

Depth 15

Modes “4095×4095″ “1280×1280″ “1280×1024″ “1280×800″ “1024×768″ “800×600″ “720×400″ “640×480″

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection “Display”

Depth 16

Modes “4095×4095″ “1280×1280″ “1280×1024″ “1280×800″ “1024×768″ “800×600″ “720×400″ “640×480″

Virtual 1280 800

EndSubSection

SubSection “Display”

Depth 24

Modes “4095×4095″ “1280×1280″ “1280×1024″ “1280×800″ “1024×768″ “800×600″ “720×400″ “640×480″

Virtual 1280 800

EndSubSection

EndSection


Section “Module”

Load “dbe”

Load “extmod”

Load “type1″

Load “freetype”

Load “glx”

EndSection

Section “InputDevice”

Identifier “Mouse0″

Driver “mouse”

Option “Protocol” “auto”

Option “Device” “/dev/psaux”

Option “Emulate3Buttons” “no”

Option “ZAxisMapping” “4 5″

EndSection


Section “InputDevice”

Identifier “Keyboard0″

Driver “kbd”

# generated from default

EndSection

Section “ServerLayout”

Identifier “Layout0″

Screen 0 “Screen0″ 0 0

InputDevice “Keyboard0″ “CoreKeyboard”

InputDevice “Mouse0″ “CorePointer”

EndSection

Section “Device”

Identifier “nVidia Corporation GeForce 7100 GS”

Driver “nvidia”

EndSection

Install Squid Proxy Server Di Windows XP

Saya sempat terkejut sewaktu ada teman yang ingin membuat warnet dengan server menggunakan Windows XP, tapi memang kita tidak boleh antipati terhadap produk Microsoft, selama itu legal (bukan bajakan). Bahkan beberapa produk open source sudah meyertakan versi yang bisa berjalan di platform windows. Sebutlah openoffice, squid, tftpd dan lain-lain.

Mungkin dengan dasar itulah saya coba belajar instalasi paket-paket open source yang dibutuhkan untuk warnet berbasis Windows. Untuk kali ini saya coba install server proxy menggunakan Squid.

Paket Squid for Win bisa download di sini, pilih versi terbaru yang standart saja :
http://www.acmeconsulting.it/pagine/opensource/download/squid.htm

Setelah download ekstrak file zip squid yang di download di c:\squid. File konfigurasi ada di c:\squid\etc\, copy file squid.conf.default dan ubah nama filenya menjadi squid.conf, copy file mime.conf.default dan ubah nama filenya menjadi mime.conf, lalu konfigurasi squid.conf, yang sangat perlu untuk diperhatikan pada baris berikut :

…….
http_port 3128 #port yang digunakan, bisa diganti sesuai keinginan anda

…….

acl localnet src 10.10.10.0/24 #localnet adalah nama network dari 10.10.10.0/24
…….

http_access allow localnet #pastikan network diberi ijin akses

…….

Lalu simpan.

Langkah selanjutnya adalah membuat direktori squid cache dulu (dalam direktori c:\squid\sbin) dengan cara mengetikkan perintah :

C:\squid\sbin>squid -z

Jika konfigurasi benar maka pembuatan cache nya berjalan mulus.

Kemudian install squid agar bisa dijalankan sebagai servis secara default, dengan cara ketik :

C:\squid\sbin>squid -i

Untuk meyakinkan, masuk ke control panel -> Administrative Tools -> Services
Cari nama squid. Start untuk mulai menjalankan servis squid.

Catatan:
Jika dalam windows anda firewall sedang aktif, pastikan squid masuk dalam daftar exceptions, baik aplikasinya maupun port yang digunakan. Secara default aplikasi squid (c:/squid/etc/squid.exe) sudah ada dalam daftar exceptions dengan nama squid, kita tinggal menambahkan daftar exceptions unutk port yg digunakan squid, caranya :

1. Masuk ke control panel -> windows firewall -> Exceptions

2. Klik add port isikan name: squidport

Port number : (isikan port yang di buka pada squid conf pada fole configurasi saya port 3128 )
dan TCP yang di aktifkan kemudian ok

3. Jangan lupa squid pada exceptions di beri tanda cek



Untuk memblok website tertentu agar tidak bisa diakses oleh client, tambahkan pada squid.conf :

……..
acl blocklist url_regex “c:/squid/etc/blocklist.txt”

…….

Buat file blocklist.txt di c:\squid\etc, dan isikan daftar situs yang ingin diblok, contohnya :

.webscruiser.cc
.e-finder.cc

Untuk daftar situs porno dan berbahaya yg cukup lengkap bisa download di sini.
———-


Contoh konfigurasi sederhana squid.conf :

#file squid.conf
http_port 3128
httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on
icp_port 0
visible_hostname padi-murni
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
cache_mem 64 MB
cache_dir ufs c:/squid/var/cache 4500 16 256
redirect_rewrites_host_header off
acl mynet src 10.10.10.0/24
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl Safe_ports port 80 443 210 119 70 21 1025-65535
acl CONNECT method CONNECT

acl blocklist url_regex “c:/squid/etc/blocklist.txt”

cache_mgr me@localhost
cache_access_log c:/squid/var/logs/access.log
cache_store_log c:/squid/var/logs/store.log
cache_log c:/squid/var/logs/cache.log
log_icp_queries off
cachemgr_passwd rahasia
acl manager proto cache_object
http_access allow manager
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
http_access allow mynet
http_access allow localhost
http_access deny all
#eof

Selamat mencoba….!

BING; Mesin Pencari Keluaran Microsoft

Mungkin terinspirasi oleh kesuksesan Google sebagai Search Engine terfavorit di dunia, Microsoft juga mencoba mengeluarkan produk serupa, BING. Beralamat di www.bing.com, Microsoft berusaha menampilkan fitur-fitur baru yang tidak dipunyai oleh Google.

Pertama kali kita mengunjungi BING, otomatis akan digiring ke regional sesuai dengan setting di komputer, ada perbedaan antara regional Indonesia dengan US-English.



Untuk pencarian versi Indonesia belum lengkap, hanya ada Web, Image, News dan More yang didalamnya ada xRank. Apabila Anda ingin mencoba fitur Bing yang lengkap bisa mencoba pencarian versi United States silakan klik tulisan Indonesia di pojok kanan atas. Akan terbuka halaman pilihan negara. Klik di US-English, tepatnya di kanan bawah.

Menu yang tersedia antara lain adalah:

  • Web, untuk mencari halaman website.
  • Images, untuk mencari gambar.
  • Videos, untuk mencari video.
  • Shopping, untuk mencari, membandingkan dan membeli belanjaan.
  • News, mencari tahu berita.
  • Maps, mencari lokasi dan bagaimana cara mencapainya.
  • xRank, untuk mengetahui apa yang paling banyak dicari saat ini.
  • Travel, mengetahui hotel dan rencana membokingnya.

Anda bisa melakukan pencarian advance atau tingkat lanjut dengan mudah. Jika di Google harus mengisi manual maka di Bing ada menu untuk mempermudah menambahkan query atau kode. Di bawah kotak pencarian klik Advance (tidak muncul di menu utama, muncul setelah melakukan pencarian), maka nanti akan keluar menu untuk pengaturan pencarian lebih lanjut.

Untuk pencarian images, BING memberikan kemudahan untuk mencari images sesuai dengan parameter size, layout, colour, style dan pople.

Hal yang paling menghebohkan adalah fasilitas pencarian video, dengan mudah kita bisa mencari video sesuai dengan kata kunci yang kita berikan dan parameter length, screen size, resolution dan source Hal ini banyak menyulut pro dan kontra, karena dengan mudahnya kita bisa mendapatkan video porno bahkan menjalankannya di browser.

Hal terbaru yang juga tidak dimiliki oleh Google adalah muncul preview jika mouse kita tahan salah satu hasil pencarian.

BING memang menjanjikan hal yang lebih baik, tapi Google lebih dulu membudaya bahkan lebih dari itu, di dunia maya search engine sangat identik dengan Google. Mampukah BING menandingi Google ? kita tunggu hasilnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.